Kamis, 10 September 2009
Semangat itu Dimana ?
Katany orang-orang sih g disuruh ke pskiater ato trainer biar bisa termotivasi, tapi itu smua nihil Cuman NOL BESAR. Itu semua terjadi karena sebenarny mereka mempunyai masalah yg mirip ma masalah g, tapi bedany mereka tidak pernah menyelesaikan masalah tsb dan langsung meninggalkan masalah tsb begitu saja. Sedangkan g cenderung suka memikirkan masalah tsb sampai habis ke akar-akarnya.
Ada perasaan aneh jika g menemui masalah dan masalah tsb ga' g slesain.
Apa mungkin males g itu terjadi karena diri g ga' menganggap masalah-masalah di kehidupan g sebagai masalah yg bener-bener pentink y???
Ato mungkin emang diri g itu belum stabil y ??? *emang linux hrs stabil
Ato mungkin juga karena g kehilangan arah dan pandangan hidup ??? *emg g dulu puny pandangan hidup, wkwkkw...............
Ato mungkin jg g terlalu memikirkan hal-hal yg "ga' pentink" y ???
Apa masalah g niy sama seperti sindrom Heroic yg melanda para pejuang dan tentara yg suka dengan perang tetapi hidup di jaman yg damai???
Aduh.............kok g malah pusenk ndiri???
------------------------
G pengen jadi energik kaya' dulu, ga' mikirin apa-apa dan selalu melakukan sesuatu dengan semangat. G pengen jadi diri g yg dulu yg ga' mikirin pemikiran-pemikiran orang sekitar g dan selalu mencoba sesuatu tanpa pandang bulu dan dengan sepenuh hati. G pengen jadi diri g yg dulu yg masih seperti "bayi" dan tidak banyak ilmu, supaya g ga' seperti ini.
Tapi............kalo g kembali seperti dulu maka g akan jauh dari invinity and divinity.
O' God, i don't wannabe a person which is doesn't obey You.
I want You, I want all people feel same with me.
Tapi kalo gitu mereka bisa jadi kaya' g, ga' semangat.
G ingin seemanggattttt..................!!!
G ingin semua orang di dunia tahu hakikatnya siapa mereka itu
G ingin semua orang di dunia tahu apa arti hidup
dan G ingin semua orang bisa hidup bahagia dan sejahtera.
Tapi gimana caranya...............
G bener-bener bingung Pak ?_?
Apakah ini saatnya g keluar dari barisan???
Apakah waktuku sudah cukup ya Tuhanku, sudah cukup untuk keluar dari tidurku???
Sudah cukup untuk belajar dan sekarang adalah saatnya aku membantu dan memberikan sesuatu kepada semua orang???
Apa karena waktuku sudah cukup dan aku membiarkan waktuku itu terbuang sehingga aku dijauhi waktuMu dan menjadi males???
Kalau memang itu masalahnya berilah aku petunjukMu
Berilah aku Petunjuk dan CahayaMu
Hanya kepadaMu lah aku kembali dan hanya kepadaMu lah aku bisa mencurahkan semua perasaanku
Berilah aku semangat untuk tidak berbohong
Berilah aku semangat untuk tidak berjanji kosong
Berilah aku semangat untuk tidak menjadi pengkhianat
Berilah aku semangat untuk tidak mencuri
Berilah aku semangat untuk tidak memaki
Berilah aku semangat untuk memberikan semua
Berilah aku petunjuk..........
Tanpa semangatMu aku tidak akan ada
TanpaMu aku pasti hilang
Senin, 07 September 2009
M-U-N-A-F-I-K
Semua teraduk dan mengaduk
Ini bukan cinta
Ini bukan hasrat
Ini bukan rindu
Ini bukan cemburu
Ini bukan pilu
Ini bukan syahdu
Ini adalah nestapa
Ini adalah hampa
Kosong ini tak kan pernah terisi
Bahkan oleh dirimu wahai kekasih"ku
Rasa ini hanya akan terisi oleh dirinya
Dirinya yg memang memiliki diriku
Kenapa aku selalu berganti sandaran....
Kenapa aku selalu mengubah haluan....
Itu semua karena dirimu-lah yg benar" memahamiku
Entah itu isi senyumku yg kecut
Ataupun tangisku yg dingin
Dirimu yg tak pernah bisa kukejar
Karena dirimu terlalu indah
Terlalu sekali jika diriku menginginkan dirimu
Bisakah aku tak mengharapkan pemberianmu
Bisakah aku hanya mengharapkanmu
Gray Wolf
Mungkin aku terlahir sebagai serigala yg bisa hidup dimana saja dan dengan siapa saja
Tapi itu yg membuatku bingung
Membuatku selalu memilih jalan yg berbeda dengan yg lain
Aku sungguh kedinginan dan kelaparan
Sampai-sampai aku memakan rumput hijau segar
Tetapi tiba-tiba aku melihatmu yg selalu melihatku
Engkau yg selalu menyinariku
Engkau yg selalu mendekapku
Engkau yg selalu memberiku
Kapankah aku bisa menemuimu
Rabu, 02 September 2009
Isteri yg Ingin Dicintai
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun
menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario
tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan
pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi,
kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya
pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia
pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia
tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak
memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua,
bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di
meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan
obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok
garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main
dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat
pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami.
Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek
sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya,
dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS,
karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU,
seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama
meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah
melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya
bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara,
seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang
ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan
mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia
bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu,
Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang
akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka
yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya
bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan
tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada
Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam
sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan
mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung
didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya,
dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat
di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah
kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan
menyapa dengan suara riangnya,
” Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau
makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, ” lalu dia terus
mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi
itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan
penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak
pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya
membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih
sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan
anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan
masakan yang aku buat dengan susah payah.. Lebih sakit daripada sakit
ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami
kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu
komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha
begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan
membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku
nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati
bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang
bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah
menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya
keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka
password email Papa nya, dan memanggilku, ” Mama, mau lihat surat papa
buat tante Meisha ?”
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung
hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada
Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku
mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2
mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku
memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku
tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika
konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku
tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku
cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa,
meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti
ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang
tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti
pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun
tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik
orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan
kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa
melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia
inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan
tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu.
Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa
engkau mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru
berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan
menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku.
Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap
hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di
lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan
tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor
untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku
tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan
baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku
karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah
semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi
istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang
perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa
dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak
menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan
mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia.
Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2
tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu.
Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu
mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah
pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
” Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja
dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona
padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku
tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin
memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan
tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam
dan menuruti keinginanku. .. Aku pikir, aku si puteri cantik yang
diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu
mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan
kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor
dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, ” kenapa, Rima ?
Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu
menjadi istriku ?”
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia
bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah
wanita yang sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima”
Di surat yang lain,
“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi
sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak
pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat
cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat
memandang Meisha…… ”
Disurat yang kesekian,
“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2
padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi.
Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku
tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar
dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku
selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang
ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak
mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu,
dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang
selalu bermasalah.. …..
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap
berusaha dan menantinya.. …….”
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata
indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
“……….. …Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang
ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan
memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling
enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai
kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali,
dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran
dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya
tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir
9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu
dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………”
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
” Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat
keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku.
Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti
siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi
aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan,
Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan
dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar,
Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi
bergerak…. ..” Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini
masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat
dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario
mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima
membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi
marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang
dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan
memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki
dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha.
Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan
mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana.
Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk
disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah
terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika
seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.
Jakarta, 7 Januari 2009
(dedicated to my friend….may you rest in
peace…)
Yesterday is a history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That’s why it’s called “present”.
dikutip dari http://dyz-hotbabe.blog.friendster.com/
Sabtu, 29 Agustus 2009
hari-hari awal
jiwaku terbakar, terbakar dahaga dan mentari
berjalan menyusuri lorong-lorong gelap
kelas menunggu nan jauh disana
teman-teman tersenyum dengan bingungnya
hanya lab-lah yg bisa merasakan semuanya
Why????
kenapa semuanya mau menuju tempat seperti ini ????
kebahagiaan
kebanggaan
kekayaan
atau yg lainnya
dan kenapa bulan yg penuh hikmah ini
menggendong kita bersama
Kamis, 22 Januari 2009
Bingung
thousand stars fell from the sky
thousand blood spread from my heart
mercurius and venus slept together
below the sun
above the moon
I love aphrodyte but she loves everyone
I ask Ares but he plays war
I swim to Poseidon but he dive to the bottom
try to believe in change but it's left me
trusting to my heart but betrayal i've got
Jodoh di Tangan Kita
Sampai saat ini saya belum menemukan literatur yg menyebutkan bahwa "Jodoh ada di Tangan Tuhan".Kalau kata-kata itu memang benar berarti kita tidak ubahnya bagai pion di atas papan catur,tidak bisa bergerak sendiri dan selalu dikorbankan untuk mencapai kemenangan pemainnya. Kalau memang begitu berarti Tuhan itu lebih dari satu dan kita berada di dunia dan menjadi makhluk yg selalu dipermainkan.
Tapi saya sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) yg menanamkan Pancasila di dalam hati,percaya bahwa Tuhan itu Esa dan kita bukanlah pion yg dipermainkan.Kita dilengkapi Akal dan Hawa Nafsu supaya kita bisa bergerak dan bertindak sesuai kondisi-kondisi dan parameter yg masuk dan berada di sekitar kita.Begitu juga dengan jodoh.
Sejauh ini saya hanya mempercayai literatur yg menyebutkan bahwa "Tuhan menentukan Jodoh Kita",dan hal ini sangat berbeda dengan "Jodoh ada di tangan Tuhan".Apa perbedaannya ?
"Tuhan menentukan jodoh kita",inti yg dapat saya ambil dari kalimat ini adalah bahwa Tuhan memberikan banyak pilihan jodoh kepada kita dan harus kita sendiri yg harus memilih.Mungkin Tuhan telah menentukan 2 pilihan kepada kita,
contoh:kita memilih menikah dan berkeluarga ketimbang tidak menikah dan hidup sendiri.Mungkin juga Tuhan meenetukan banyak pilihan kepada kita,
contoh:Kita bingung memilih calon istri/suami karena kita punya 3 orang TTM (Teman Tapi Mesra) dan punya 1 orang pacar.Sehingga pertanyaan kenapa ada orang yg belum punya pasangan tapi sudah meninggal itu bisa terjawab karena orang tersebut memang tidak berusaha mencari pasangannya semasa dia hidup.Tapi kenapa masih ada bayi yg meninggal sebelum punya pasangan?jawaban pertanyaan tersebut akan saya bahas di topik selanjutnya :D.Kalau saya mungkin lebih mudah menggambarkan ketika kita pergi ke pasar sualayan X dan akan membeli buah,pasar sualayan X pasti sudah menentukan buah apa saja yg mereka jual dan kita sebagai pembeli harus memilih buah apa yg akan kita beli dan kita bawa pulang.Sehingga Tuhan memang Maha Adil (karena usaha yg kita kerjakan dengan susah payah sesuai dengan hasilnya).
"Jodoh di tangan Tuhan",inti yg dapat saya ambil dari kalimat ini adalah bahwa kita walaupun berusaha dengan maka usaha kita itu sia-sia karena kita sudah punya satu jodoh yg sudah dipilihkan oleh tangan Tuhan.Kalau begitu berarti Tuhan tidak Maha Adil (karena semua orang sudah ditentukan dan usaha adalah sia-sia).
Jadi jodoh kita itu tergantung usaha dan pilihan kita.Apakah kita akan memilih teman kita sendiri ataukah kita akan memilih pacar kita sendiri ataukah kita akan memilih orang asing itu semua tergantung di tangan kita untuk menunjuk dan memilih siapa yg akan menjadi jodoh kita.Jodoh bukannya harus dicari tetapi jodoh harus dipilih.
Jumat, 16 Januari 2009
Waktu Berhenti
Tatkala waktu berhenti
Melihat hujan tiada henti
Cakrawala terbang tinggi
Aku terdiam dipangkuanku
Melihat cahaya bergerak menuju
Termangu aku ditepi gunung
Melihat diriku tetap sayu
Alam berpindah dengan lincah
Air bergemircik tiada henti menuju kali
Burung terbang tinggi ke atas awan
Orang-orang berpulang kembali
Andaikan aku tak mengendarai
Cendawan waktu yg sedang berhenti
Mungkin ini jalannya arti
Bekerja lirih dan penuh misteri
Rabu, 22 Oktober 2008
Kehilangan adalah Kunci Menemukan & Mendapatkan Sesuatu
Kita selalu kehilangan rasa kenyang untuk menemukan makanan.Kita selau kehilangan dahaga untuk menemukan telaga.Kita selalu kehilangan amarah untuk mendapatkan kesabaran.Kita selalu kehilangan kesenangan untuk sesuatu yg berharga.Kita selalu kehilangan waktu ketika ingin bercanda dan tertawa.Kita selalu kehilangan harapan untuk menemukan kemenangan.
Selalu kehilangan untuk menemukan dan mendapatkan.
Takut kehilangan berarti takut menemukan.
Takut menemukan berarti takut mendapatkan.
Kehilangan harus kita terima.
Kehilangan bukanlah segala-galanya.
Obat Sakit Kepala
Senin, 20 Oktober 2008
Hembusan Angin
mungkin Kiamat menjelang
Jika Bangunan Runtuh
mungkin Gempa menerjang
Jika Hatimu Runtuh
mungkin Aku datang
Dingin Resah dan Gelisah
Gundah Rebah dan Mendesah
Tawa Senang dan Gembira
Teman Kawan dan Setia
Pasang Surut Laut Slalu Kulalaui
Menerpa Waktu tiada henti
Pentingkah Hidup ini
Tanpa ada orang yg berarti
Sabtu, 18 Oktober 2008
Bunuh Diri
"Bunuh diri adalah tindakan mencabut nyawa diri sendiri dengan menggunakan segala macam cara. Motif bunuh diri ada banyak macamnya. Biasanya pelaku bunuh diri dilanda keputusasaan dan depresi karena cobaan hidup dan tekanan lingkungan. Adapula yang bunuh diri karena kekurangsehatan akal alias tidak waras. Beberapa agama melarang dan mengutuk tindakan bunuh diri."
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri
Bunuh diri sering dikaitkan dengan masalah kehidupan yg bervariasi bentuknya.Ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi masalah menjadi faktor yg menentukan.Banyak orang menginginkan jalan pintas untuk menyudahi kesulitan.Tapi apakah bunuh diri menjadi solusi yg tepat?
Alasan-alasan untuk bunuh diri ada banyak sekali,misalnya saja masalah cinta,obsesi yg tak sampai,masalah kesehatan termasuk masalah bentuk fisik dan jiwa,kebudayaan,dll.Kelihatannya masalah-masalah itu sepele bagi kita,tetapi hal itu berbeda dengan pelaku yg bunuh diri.Si pelaku melakukan bunuh diri karena hal-hal tersebut sangat penting bagi mereka dan mereka perlu melakukan apresiasi dan dedikasi terhadap hal tersebut.
Mungkin anda sekarang sedang berfikir untuk bunuh diri.Mungkin sekarang anda sedang kalut dan tak tahu arah tujuan.Eit.....tunggu dulu!jangan melakukan bunuh diri dulu.Kita hidup di dunia hanya sekali untuk selamanya.Masih banyak hal yg harus anda lakukan sebelum bunuh diri.Apakah anda tidak takut menyesal setelah bunuh diri?Apakah anda pernah berfikir bahwa alasan anda untuk bunuh diri itu merupakan hal yg kecil jika dibandingkan dengan pengorbanan anda untuk hidup sampai sekarang?Ingatkah kerja keras anda dikala duduk dibangku sekolah?Ingatkah anda ketika merintis karir dari bawah?Ingatkah anda kepada saudara dan kerabat dekat yg selalu menyayangi anda?Sudahkah anda membalas perbuatan-perbuatan mereka yg selallu menyayangi anda?Dan pernahkah anda berfikir bagaimana susahnya orangtua anda melahirkan anda?
Bukan hanya anda yg pernah berfikir untuk bunuh diri.Hampir semua orang mengalami hal yg anda rasakan saat ini.Tapi mereka baik-baik saja dan mereka berhasil mengalami masa kritis tersebut.Masih banyak orang yg hidupnya secara umum lebih buruk dari anda.Tetapi mereka tidakputus asa.
Anda hanya perlu berfikir positif dan selalu memandang jauh kedepan untuk mengatasi perasaan yg mengekang.Anda hanya perlu merenung sejenak,mengukur,dan menimbang semuanya.
